ANALISIS MORFOLOGI DAN DISTRIBUSI DIAMETER NANOFIBER ZnO TERAKTIVASI DOPAN AL-CO MELALUI PENCITRAAN SCANNING ELECTRON MICROSCOPY (SEM)
-
DOI:
https://doi.org/10.61713/jrt.v6i1.326Keywords:
ZnO;, doping Al-Co;, nanofiber;, electrospinning;, morfologi SEM;Abstract
Doping ZnO menggunakan aluminium (Al) dan kobalt (Co) diketahui dapat memengaruhi struktur kristal akibat perbedaan jari-jari ion dan valensi dibandingkan Zn²⁺, yang berpotensi menimbulkan regangan kisi serta perubahan parameter kisi dan ukuran kristalit. Perubahan struktur tersebut dapat berdampak pada mekanisme pertumbuhan dan morfologi nanofiber yang dihasilkan melalui proses electrospinning. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi komposisi dopan Al dan Co terhadap morfologi nanofiber ZnO. Nanofiber disintesis menggunakan metode electrospinning, diikuti proses kalsinasi dalam furnace, kemudian dikarakterisasi menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM JEOL JSM-IT300). Analisis diameter serat dilakukan sebanyak 50 kali pengukuran menggunakan perangkat lunak ImageJ dan Origin. Hasil menunjukkan bahwa variasi komposisi dopan memengaruhi ukuran dan keseragaman diameter serat. Variasi A (100% AlCl₃) menghasilkan diameter rata-rata terkecil sebesar 92,163 nm, sedangkan variasi E (100% CoAc₂) menghasilkan diameter rata-rata terbesar sebesar 155,067 nm dengan rentang ukuran lebih lebar. Variasi B dan C menunjukkan peningkatan diameter rata-rata hingga 139,984 nm dan 134,264 nm, sementara variasi D menurun menjadi 103,443 nm. Perubahan diameter tidak menunjukkan kecenderungan linier terhadap fraksi dopan, sehingga komposisi Al dan Co berperan dalam memodifikasi distribusi dan morfologi serat, namun bukan sebagai pengendali tunggal ukuran serat.



